
Saat para remaja sibuk mencari jati diri mereka untuk menjadi si A dan si B karena pengaruh sinetron, iklan, majalah, band, maupun media lainnya, perenungan yang dalam terhadap berbagai pengaruh tersebut sangat penting dilakukan. Kita semua telah diberi pengarahan oleh agama dengan mengenal diri sendiri agar tidak terjebak pada sesuatu yang sia-sia, sebagaimana sebuah hadist Qudsi, “Kalau kita kenal diri sendiri maka kita akan mengenal Tuhan kita”.
Apabila kita benar-benar mengenal diri secara totalitas (bukan asal mengucapkan), maka kita akan memperlakukan diri semaksimal mungkin sesuai dengan kodrat dan hak kita. Namun, bagi remaja yang apatis atau tak acuh akan mengatakan , “saya adalah saya, dan saya percaya Tuhan.” Selesai. Apakah...